Kopdithub Koperasi Unggulan
Jajaran Koperasi Kredit (Kopdit), boleh berbangga hati. Soalnya, satu di antara jenis koperasi ini sudah berada di peringkat nasional. Padahal, domisilinya justru berada di desa, yaitu Koperasi Kredit Himpunan Usaha Bersama (Kopdithub), Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Seperti dikatakan oleh Kadis Koperasi UKM dan PM, Azwar Oemar, pihaknya tak ragu-ragu untuk menunjuk Kopdithub sebagai koperasi unggulan. “Kopdithub telah kita pilih sebagai tempat pembelajaran bagi koperasi yang ingin maju” ujarnya dalam sambutan pada RAT Kopdithub baru-baru ini.
Kopdithub memang patut dijadikan acuan, setidaknya dalam hal pinjam meminjam uang. Tiap tahun, kinerja koperasi ini terus berkembang Pada tahun 2006, aset yang dimiliki tercatat Rp 3,343 miliar. Atau meningkat sebesar 700 juta dibanding tahun 2005 sebesar Rp 2,619 miliar. Begitu pula dengan perolehan SHU, meningkat dari Rp 226,2 juta (2005) menjadi Rp 254,7 juta (2006).
Sebagai koperasi yang bisnisnya tunggal, yaitu simpan pinjam, Kopdithub tidak hanya lihai dalam hal meminjamkan uang kepada anggota. Juga piawai menghimpun dana masyarakat melalui dua produk simpanan. Yaitu simpanan saham (terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib) dan simpanan non saham (yang merupakan hutang lancar yang bersumber dari simpanan harian, sikuba, sikembar).
Yang menarik, semua simpanan ini dihimpun dari kalangan anggota, yang tahun 2006 tak kurang dari Rp 2,295 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 706,1 juta (simpanan saham) dan Rp 1,589 miliar (simpanan non saham). Di luar itu, masih ada yang namanya simpanan piutang harian yang bersumber dari calon anggota. Jumlahnya, sebesar Rp 25,7 juta (pokok) dan Rp 55 juta (wajib tabung). Tahun 2006, Kopdithub, mampu pelepas pinjaman sebesar Rp 3,558 miliar. Sedang pinjaman yang beredar tercatat Rp 2,841 miliar.
RAT Kopdithub, yang digelar di Balai Desa Panca Mukti-Muara Talang, Banyuasin, merupakan RAT ke-XXIV, tahun buku 2006. Peristiwa ini, sekaligus juga menandai habisnya masa bakti kepengurusan lama. Karena itu pemilihan pengurus baru periode 2007-2009 juga dilakukan. I Ketut Lantur, yang telah memimpin koperasi ini sebelumnya, tetap dipercaya menjadi ketua.
Jajaran Koperasi Kredit (Kopdit), boleh berbangga hati. Soalnya, satu di antara jenis koperasi ini sudah berada di peringkat nasional. Padahal, domisilinya justru berada di desa, yaitu Koperasi Kredit Himpunan Usaha Bersama (Kopdithub), Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Seperti dikatakan oleh Kadis Koperasi UKM dan PM, Azwar Oemar, pihaknya tak ragu-ragu untuk menunjuk Kopdithub sebagai koperasi unggulan. “Kopdithub telah kita pilih sebagai tempat pembelajaran bagi koperasi yang ingin maju” ujarnya dalam sambutan pada RAT Kopdithub baru-baru ini.
Kopdithub memang patut dijadikan acuan, setidaknya dalam hal pinjam meminjam uang. Tiap tahun, kinerja koperasi ini terus berkembang Pada tahun 2006, aset yang dimiliki tercatat Rp 3,343 miliar. Atau meningkat sebesar 700 juta dibanding tahun 2005 sebesar Rp 2,619 miliar. Begitu pula dengan perolehan SHU, meningkat dari Rp 226,2 juta (2005) menjadi Rp 254,7 juta (2006).
Sebagai koperasi yang bisnisnya tunggal, yaitu simpan pinjam, Kopdithub tidak hanya lihai dalam hal meminjamkan uang kepada anggota. Juga piawai menghimpun dana masyarakat melalui dua produk simpanan. Yaitu simpanan saham (terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib) dan simpanan non saham (yang merupakan hutang lancar yang bersumber dari simpanan harian, sikuba, sikembar).
Yang menarik, semua simpanan ini dihimpun dari kalangan anggota, yang tahun 2006 tak kurang dari Rp 2,295 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 706,1 juta (simpanan saham) dan Rp 1,589 miliar (simpanan non saham). Di luar itu, masih ada yang namanya simpanan piutang harian yang bersumber dari calon anggota. Jumlahnya, sebesar Rp 25,7 juta (pokok) dan Rp 55 juta (wajib tabung). Tahun 2006, Kopdithub, mampu pelepas pinjaman sebesar Rp 3,558 miliar. Sedang pinjaman yang beredar tercatat Rp 2,841 miliar.
RAT Kopdithub, yang digelar di Balai Desa Panca Mukti-Muara Talang, Banyuasin, merupakan RAT ke-XXIV, tahun buku 2006. Peristiwa ini, sekaligus juga menandai habisnya masa bakti kepengurusan lama. Karena itu pemilihan pengurus baru periode 2007-2009 juga dilakukan. I Ketut Lantur, yang telah memimpin koperasi ini sebelumnya, tetap dipercaya menjadi ketua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar